Bukti penyebaran misionaris atau misionaris melalui penggunaan media lain adalah keberadaan banyak situs sejarah Islam di berbagai belahan dunia. Sumber : suhupendidikan.com

Berdasarkan buku-buku sejarah peradaban Islam di Asia Tenggara, peradaban Islam di Asia Tenggara tidak hanya ada di negara kita Indonesia, tetapi juga di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina dan Myanmar.

Sejarah Peradaban Islam

Lokasi strategis Asia Tenggara telah menjadi banyak agama yang telah berhenti di Asia Tenggara, memberi pengaruh dan mengalami pembangunan. Bahkan populasi Muslim di Asia Tenggara saat ini sekitar seperempat dari populasi Muslim dunia.

Islam di Asia Tenggara memiliki karakteristik, yaitu, karena Islam memasuki Asia Tenggara, dengan cara damai, tidak melibatkan kekuatan militer sama sekali. Ciri khas Islam di Asia Tenggara adalah bahwa Islam lebih damai, toleran, dan bersahabat, terlebih dengan budaya, tradisi, praktik keagamaan, dan kepercayaan lokal, seperti yang dinyatakan Azyumardi Azra.
Islam di Asia Tenggara

  1. Malaysia.

Kedatangan Islam di Malaysia tidak pasti dan banyak yang masih dalam bentuk hipotesis, ini karena tidak ada dokumen pendukung yang lengkap. Meskipun jumlah populasi Muslim di Malaysia tidak sebanyak di Indonesia, nuansa Islam lebih menonjol. Ini karena konstitusi Malaysia diselaraskan dengan hukum Islam.

Selanjutnya, kebijakan Melayu dikembangkan dari Kesultanan Malaka. Sampai akhir, Islam di Malaysia mencapai puncak kebangkitan pada 1980-an.

  1. Singapura

Singapura telah menjadi kota pelabuhan sejak 1100 dan pada abad-abad kemudian menjadi pusat komersial. Sebelum disebut Singapura, kota itu disebut Tumasik, atau Temasek, yang berarti kota pesisir.

Awal perkembangan Islam di Singapura, adalah pada akhir abad ke-14, ketika Raja Parameswara dipaksa, dan akhirnya mendirikan Kerajaan Malaka sebagai wilayah terakhir dari bekas Kerajaan Malaka.

Di sana, Raja Parameswara sangat peduli dengan pedagang Muslim. Akhirnya Raja Parameswara memeluk Islam, seperti halnya penggantinya, yang kemudian mengambil gelar Sultan Iskandar Shah.

Awalnya, komunitas Muslim di Singapura adalah mayoritas. Tetapi kemudian, sekitar tahun 1830, ada imigrasi massal, yang membuat komunitas Muslim, terutama pedagang, menjadi minoritas. Lebih jauh, elit Muslim menyusut jumlahnya, menyebabkan posisi negosiasi yang lemah terhadap pemerintah.

Sejarah Peradaban Islam

  1. Brunei Darussalam

Diperkirakan Islam telah memasuki Brunei Darussalam sejak abad ke-15. Raja Brunei Darussalam belum masuk Islam pada saat itu, berdasarkan dokumen Portugis, de Brito, pada tahun 1514, tetapi sudah ada banyak pedagang yang memeluk Islam. Sultan Brunei Darussalam yang pertama adalah Awang Alak Betatar, yang bernama Sultan Muhammad Shah.

Kerajaan Brunei Darussalam, sampai sekarang, padat dengan kehidupan Islam, baik dalam kehidupan rakyat maupun dalam konstitusi yang sebenarnya. The Modified Islamic Malay (MIB) adalah sebuah ideologi yang dinikahkan oleh Kerajaan Brunei Darussalam.