Memiliki wajah berjerawat tidak selalu menjadi kendala untuk menutupi. Bahkan, banyak yang percaya bahwa dengan memakai masker, jerawat bisa lebih cepat kering dan mengempis. Masker yang bisa dilepas adalah jenis masker yang sering digunakan untuk mengangkat jerawat. Tapi tunggu, Anda tidak bisa tanpa sadar tahu cara memakai topeng yang bisa dilepas saat diwarnai. Lalu saya jelaskan alasannya.

Pakai masker peel off saat jerawatan

Masker yang bisa dilepas adalah jenis masker yang harus dilepas setelah digunakan karena menempel pada kulit. Artinya, tidak seperti masker topikal yang harus dicuci dengan air, Anda dapat melepaskannya segera setelah digunakan.

Ketika masker dihilangkan, lapisan atas kulit (stratum corneum) biasanya dihilangkan. Dengan cara ini, lapisan kulit mati akan terangkat sehingga kulit yang lebih muda bisa menggantinya. Ini adalah pesona topeng yang bisa dilepas dibandingkan dengan jenis topeng sejenis lainnya seperti topeng lembaran.

Metode ini tentu bukan masalah jika dilakukan pada kulit dalam kondisi baik. Namun, pada kulit yang berjerawat ini tidak dianjurkan sama sekali.

Ketika jerawat meradang, Anda tidak harus melakukan hal-hal yang dapat memperburuk peradangan. Ya, memakai masker yang bisa dilepas saat diwarnai bisa membuat peradangan bertambah buruk. Apalagi jika itu dilakukan dengan tujuan mengangkat pustula atau pustula.

Alih-alih bocor nanah, kulit justru bisa berupa luka dan infeksi. Ini sebenarnya bisa memicu munculnya bekas jerawat atau tanda-tanda ejekan. Karena itu, daripada menggunakan masker yang bisa dilepas, yang terbaik adalah menggunakan obat jerawat khusus yang beradaptasi dengan kondisi saat ini.

Kapan Anda harus menggunakan masker yang bisa dilepas?

Masker yang bisa dilepas harus digunakan untuk jerawat jenis komedonal. Ketika Anda memiliki banyak bintik hitam di wajah Anda, masker yang bisa dilepas mungkin menjadi pilihan yang tepat karena dapat membantu mengangkat komedo yang membandel. Selanjutnya, sel kulit mati dapat diangkat untuk mencegah penyumbatan di pori-pori yang akan membentuk komedo baru.

Seperti disebutkan di atas, tidak disarankan untuk memakai masker yang bisa dilepas saat kulit meradang atau ternoda. Pertama, tahan godaan untuk menggunakan masker jenis ini ketika kulit mengalami peradangan karena jerawat, penggunaan krim dan penyebab lainnya.

Jika kulit wajah meradang, langkah yang paling tepat adalah mengurangi peradangan terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan gel lidah buaya atau kompres wajah Anda dengan air dingin untuk menenangkannya.

Jenis masker yang cocok untuk digunakan pada jerawat

Jadi, masker mana yang cocok saat mengenakan jerawat? Pertanyaan ini bisa jadi sesuatu yang masih belum terjawab di pikiran Anda.

Saran saya, jika jerawat tidak meradang atau komedo, gunakan masker yang mengandung AHA dan BHA. Kedua bahan aktif ini sangat baik untuk membantu mengurangi komedo yang menyebabkan jerawat.

Selain AHA dan BHA, Anda juga bisa menggunakan topeng pohon teh. Pohon teh memiliki potensi antimikroba dan anti-inflamasi.

Tidak hanya itu, karbon aktif atau arang aktif juga bisa menjadi masker pilihan yang baik ketika Anda memiliki jerawat. Alasannya adalah bahan ini mampu menyerap kotoran dari pori-pori kulit sehingga kulit menjadi lebih bersih.

Mulai sekarang, hindari memakai topeng yang bisa dilepas saat diwarnai. Jika Anda ingin menggunakan topeng, kenakan bentuk masker topikal atau lembaran.

Baca juga :